LAGI LAGI ADA ALLAH (Chapter 1)
Aduhhhh....panas sekali cuacanya ini bikin gerah aja mana haus lagi, kata teman di samping saya. sambil tersenyum saya tawarkan kepadanya minuman saya, karena memang bagi saya wajib bawa air minum ke kampus, karena cuaca di Medan memang panas, sebenarnya saya juga hampir saja mengeluh karena keadaan memang sungguh panas, udara di sekeliling kampus juga tak bersahabat, tapi setelah dapat kajian dari Ustad saya jadi senyum aja, takut kufur nikmat, takut Allah tarik nikmat itu dari saya. Kata Ust apapun kesusahan kita, keinginan kita, sertakan Allah, Insya Allah hidupmu aman dan tenteram. Selama nunggu angkot saya berbincang dengan teman tadi, ternyata dia anak PBI juga tapi masih adik saya, pada saat itu saya masih semester 3 dan dia semester 1, saya tidak kenal sama adik ini tapi masalah keluarga dan hatinya semua di ceritakan ke saya, saat itu saya juga sudah mulai bosan mendengar ceritanya, tapi karena angkotnya lama, saya tetap mendengar ceritanya. Jam sudah menunjukkan pukul 14.32 angkot juga blum datang, biasanya memang rame tapi ntah kenapa hari itu angkot 64 pun tak ada yang lewat, takut telat nyampe asrama karena jam 15.00 saya harus setor hafalan sama Ust. tak lama kemudian angkot pun datang, saya pamitan sama si adik dan ternyata si adik tadi juga ikut dan malah bilang, kak boleh ikut sama kakak, boleh nginap di kos kakak, sontak saya terkejut dan langsung bilang Maaf dek, kakak di asrama nggak nge Kost, kakak gak boleh bawa teman ke asrama, trus si adik mau menangis, dan bilang Kak' aku gak tahu mau pulang kemana, Mama marah samaku, Uangku juga gak ada, blum makan aku kak, dalam hati aduh ini anak dah banyak cerita nyusahin lagi, akhirnya saya turun dari angkot dan si adik juga turun, saya buka tas saya dan ambil dompet, syukurlah saya masih punya uang 30 ribu, katanya si adik rumahnya di Jalan Tuasan, jadi uang 10 ribu masih cukup untuk ongkosnya pulangnya, setelah itu saya kasih uang 10 ribu dan saya bilang sama si adik, Dek... maaf kakak cuma punya uang 10 ribu untuk ongkos kamu kakak gak bisa bawa kamu ke asrama, dan tidak baik anak perempuan ketika punya masalah dalam keluarganya lari begitu saja, lagian itu mama adek orang tua adek, minta maaf lah, kakak gak bisa bantu adek untuk tumpangan, adek pulanglah temui mama adek. Trus si adik pun manyun - manyun dan minta no Hp saya, trus saya kasih, kabari kakak ya dek kalau dah nyampe rumah. Akhinya si adik pulang dan saya pun lega. Aduhhh hampir di buat pusing sama si adik, akhirnya abang angkot juga setia menunggu, si abang nanya kenapa tadi dek, saya jawab oohhh gak apa - apa bg, biasa ada masalah sama keluarga, ohh gitunya dek, kupikirnya berkelahi kalian tadi dengan logat medannya, gak bang si adik juga baru kenal ucapku. Selama di angkot saya sebenarnya mengingat kejadian itu, lucu aja ada orang seperti itu, lega karena memang saya pernah lihat adik itu di kampus yang saya takutkan yah orang tidak kenal tapi sok akrab tapi malah menghipnotis, ini yang bahaya...saat di angkot saya duduk paling belakang di depan MMTC angkot berhenti dan masuklah seorang ibu dan anaknya, karena memang keadaan di dalam angkot penuh karena angkot 64 memang jarang ada gak sebanyak angkot 103/104, kasihan si ibu bingung mau dudukin anaknya dimana, akhirnya saya panggil si adik, dek sini sama kakak si adek pun datang dan duduk di pangkuan saya, alhamdulillah makasih ya dek kata si ibu, baik buk ucap saya. Sampai depan rumah makan saya pun turun, saat mau kasih ongkos si ibu bilang, dah dek ibu aja yang bayar saya pun bilang gak usah buk, udah gak pa2, dah pangku anak ibu tadi, ya Allah lembut betul hati ibu ini, saya kan cuma pangku aja, si adek pun gak nyaman karna tas saya juga besar akhirnya saya ucapkan terima kasih ya buk, murah rezeki buk si ibuk pun menjawab iya dek, akhirnya angkot pun pergi ,Alhamdulillah makasih ya Allah, Engkau mudahkan urusan hamba.
Sampai di asrama, saya lihat semua teman - teman dah bergegas ke ruang tasmik, bawa buku tasmik tapi saat itu saya blum makan siang dan izin terlambat sama teman, sampai di kelas ternyata blum ada yang tasmik Ust lagi ngasih nasehat sama kami masalah hafalan - hafalan kami yang tidak lancar, yang makharizul hurufnya masih banyak yang harus di perbaiki, panjang pendeknya bacaan, saat itu ada rasa sedih dalam diri, Ya Allah banyak amat cobaan hidupku, pas dapat giliran tasmik habis dimarah - marah sama Ust, selesai tasmik nangis, teman - teman yang lain juga banyak yang nangis, saya merasa saat itu paling bodoh, gak ada guna, percuma menghafal, tapi karena melihat kami menangis Ust pun kembali kasih nase hat, Ustad gak mau hafalan kalian hanya sebatas hafalan saja tapi tak bermakna, Ust tahu kalian kuliah banyak tugas kuliah menumpuk banyak makalah yang harus kalian kerjakan, tapi hafalan juga harus di utamakan, jangan sekedar hafal, tapi dalam tajwid banyak salahnya, ratusan bahkan ribuan orang banyak yang diwisuda di kampus manapun, nilai Cumlaude, nilai - nilai profesional, tapi apakah ada yang wisuda Al Quran 30 Juz sebanyak itu, tidak ada ? sebab itu Ust pengen anak - anak Ust menghafal dengan bagus, pelajari tajwidnya, maknanya, Ust tahu menghafal sambil kuliah itu sangat susah, tugas kuliah menumpuk hafalan di asrama lagi, tapi Ust harap kalian semua adalah orang - orang yang bisa menjaga hafalan, yang bisa mengajarkan Al Quran, mengamalkannya. Sulit mendapatkan orang - orang seperti kalian nak, yang masih sabar dalam menghafal, belajar Al Quran, kalian adalah orang - orang pilihan dari Allah, tak semua Allah kasih kesempatan seperti ini nak, mempelajari, menghafal, mengamalkannya, mengajarkannya sungguhlah mulia, hanya orang - orang yang sabar yang bisa menghafal dengan baik. Saat itu air mata pun makin tak terbendung, lagi - lagi Allah memberikan saya petunjuk hidup, yang tadinya saya hampir putus asa dan ingin berhenti menghafal karena tugas kuliah yang menumpuk, tapi Allah tak mau saya berputus asa dan memilih jalan yang salah, saya pun bertahan disana selama 3 setengah tahun. Alhamdulillah Wasyukrulillah 😀😀
Nasehat saya : "Bagaimanapun sulitnya hidupmu semua keluh kesahmu, permasalahan hidupmu, mengadulah kepada Allah, karena Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui keadaan hambanya tapi jangan lupa juga bersyukur di saat bahagia, dan selalu sertakan Allah bagaimanapun keadaan kita. Salah satu ayat kesayangan saya dari dulu terdapat pada Suroh Al Baqarah ayat 186 yang berbunyi :
" Dan apabila hamba - hambaku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat, Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa pada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." wahhhhh sungguh menenangkan hatikan ayatnya, hanya orang sombonglah yang hatinya suka berpaling dari Allah, hanya orang kufurlah yang enggan bersyukur, hanya orang minus imanlah yang tidak percaya akan ke agungan dan kebesaran Allah , makanya jaman now banyak orang ke dukun seolah - olah tak percaya pertolongan Allah SWT 😍
Next Part kita lanjut yaa.....
Jangan lupa di kasih komentar, kritikan dan saran...
Komentar
Posting Komentar