Banyakin Bersyukur Deh!
Banyakin Bersyukur Deh !
Berawal dari pulang sekolah, saya dan suami sering singgah beli makanan karena memang kita berdua orangnya hobby jajan, cuma ada yang beda kali ini dengan suami saya, biasanya paling suka ngajak cerita selama di kendaraan, saat saya sudah ngoceh panjang lebar, eeehhhh pas ditanya no respon, ternyata suami saya lagi memikirkan sesuatu. tapi saya gak banyak bertanya, nanti pasti bakalan cerita nanti pasti bakalan dikasih tahu. Karena sudah menjadi kebiasaan berdua dari dulu, segala sesuatu itu di ceritain, apa yang terjadi hari ini, apa yang dirasakan, apa yang membuat gelisah, cerita bahagia, diantara kami no rahasia - rahasia. Saling percaya dan saling berbagi satu sama lain. lohhh ko curhat !!! heheheheheehehe....
Saat sampai di rumah, saya pun letakkan Maira di baby walkernya, sambil hidupin Film Upin dan Ipin kesukaanya, suami pun ke dapur cuci tangan dan ganti baju, saya pun mengambil piring, sendok dan tempat cuci tangan, seperti biasa saat mau makan siang, saya selalu rempong angkat - angkat perlatan makan ke depan atau ruang tamu, karena kalau di ruang makan agak sempit, ada kereta yang tak di pakai takut bayi kecilku nanti mainin bagian - bagian kereta tu, setelah semua saya angkat ke ruang tamu,saya pun duduk dan menuangkan air minum ke gelas, dan mengambilkan nasi suami.
Suami : Yank ! kita harus banyak - banyakin bersyukur deh, semua makanan ini, semua apa yang kita minta selalu Ada, mau ini dan mau itu selalu ada. Jajan apapun tak ada kendala, mau beli ini itu masih bisa kita beli. Saat itupun saya bertanya dan heran kenapa ngomong gitu.
Saya : ayank kenapa ? ko tiba - tiba cerita begini.
Suami : ia yank, tadi kanda lihat bapak - bapak dan ibu- ibu masuk ke paret, ngorek - ngorek isi paret yang ada plastik atau botol - botol aqua, kanda lihat bajunya pun tak layak pakai, kasihan lihatnya. saya langsung megusap wajah sami saya, dalam hati betapa mulianya hatimu suamiku, berysukur menjadi istrimu, saya pun melanjutkan pembicaraan dengannya.
Saya : ia sayang kita harus banyak - banyak bersyukur, sebab tulah dinda sering makan nasi yang dingin takut mubazzir, makan roti maira walau dah jatuh, minum sisa kanda walau dah dingin, karena dinda takut nikmat itu Allah cabut ketika kita tidak lagi bersyukur, dan suami saya pun menjawab, ia sayang betul itu. Akhirnya kami lanjut makan, saat makan saya lihat suami saya pandangi wajahnya, sangat bersyukur di kasih Allah suami yang suka memberi, yang suka berbagi, apapun kemauan istri selalu di penuhi selalu di kasih, coba kalau punya suami bakhil, wahhh gawat pikirku, dan akupun senyum - senyum sendiri.
Sebenranya ni bukan lagi yang pertama kali suami cerita tentang bapak - bapak, kakek- kakek, anak - anak, dan ibu - ibu seperti itu, saudah sering suami saya curhat, tentang ibu - ibu yang pernah minta uang sama suami saya, anak - anak kecil yang jualan balon malam hari, ngamen di lampu merah, jualan koran, jualan rokok, jualan tissu, banyak lah. Pernah juga saya dan suami pulang sekolah jajan, biasanya kalau lagi beli makanan cuma saya sendiri yang ke kedainya beli makanan, eh ini suami saya ikut, dan ngambil 2 macam makanan dan bilang, kanda ambil 2 ya, dan langsung pergi, saya pun bertanya, mau kemana, adaa...nanti kanda kasih tahu nanti orangnya keburu pergi, sambil memutarkan keretanya ke arah belakang, saya pun heran dan kesal, apaan sih gua ditinggal gitu aja, dah gendong Maira, nyandang tas besar lagi, agak kesal sih, setelah bayar makanan itu, eh suami pun datang, saya tanya, kemananya kanda, dan suami pun jawab, tadi pas di jalan lihat kakek - kakek bawa karung besar, kayanya kakek itu belum makan, lemas gitu kanda lihat. Kasihan lihatnya makanya kanda susul bawa makanan ini, tapi saya heran karena bungkusan tadi masih ada di kereta, loh makanannya masih disini gak di kasih, suami jawab, kakeknya dah pergi tak nampak lagi bayaaaa...., akhirnya saya bilang kita kasih orang lain aja, kalau di bawa pulang takut gak da yang makan, mubazzir nanti saya bilang. Ehhh pas mau nyampe rumah suami berhenti dan bilang, yankkk itu ada kakek itu, ayoklah kita kasih, Alhamdulillah akhirnya ketemu juga kata suami,kami pun datangin kakek itu, dan memberinya makananan tersebut, kakeknya terlihat lemas dan lesu, tanpa banyak bertanya kami pun pergi, saya bilang sama si kakek, dimakan ya kek, sehat - sehat kek, murah rezeki, si kakek pun jawab makasi da inang, murah rasoki muyu, Amin ucap saya. Alhamdulillah ucap suami, akhirnya kami pun pulang, dan lega rasanya, senang rasanya bisa berbagi dengan yang lainnya, seperti isi buku sang Motivator Akang Ippo Santoso pada bukunya yang berjudul 7 Keajaiban Rezeki, salah satu motivasi yang saya dapat adalah sumber kebahagiaan itusalah satunya ialah memberi/ sedekah kepada orang lain, berbagi rezeki kita kepada orang lain. Sebagai manusia kita jangan takut berbagi dengan orang lain, karena dengan berbagi Allah akan menambahkan rezeki kita, melipat gandakan rezeki kita, bukan sebaliknya, jika memberi kita akan kekurangan itu hanya prinsip hidup orang bakhil.
Penguat untuk kita agar rajin bersedekah dan berbagi orang lain :"Hendaklah orang yang mempunyai keluasan rezeki memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan."
Semoga teman - teman suka bacanya ...
Nantikan cerita selanjutnya
See U....😊
Komentar
Posting Komentar